<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>C4T4T4N B1454</title>
	<atom:link href="http://hamsin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hamsin.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Aug 2011 00:33:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hamsin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e8bb2db72cb2f881ee014629c8384b18?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>C4T4T4N B1454</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hamsin.wordpress.com/osd.xml" title="C4T4T4N B1454" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hamsin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sindrom malas ngeblog</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2011/08/07/sindrom-malas-ngeblog/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2011/08/07/sindrom-malas-ngeblog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 15:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[Sejak beberapa bulan yang lalu blog ini terserang penyakit sindrom malas ngeblog, sehingga menyebabkan menjadi malas menulis tentang yang remeh-temeh. Padahal dulu biasanya sering menulis, habis belajar hal baru yang macam bagaimana, sehingga habis gelap terbitlah terang. Yup, lagi terserang sindrom kebosanan yang aneh. Aneh karena jaman dulu direpotkan dengan tetek-bengek menulis. Tapi entah kenapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1281&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak beberapa bulan yang lalu blog ini terserang penyakit sindrom malas ngeblog, sehingga menyebabkan menjadi malas menulis tentang yang remeh-temeh. Padahal dulu biasanya sering menulis, habis belajar hal baru yang macam bagaimana, sehingga habis gelap terbitlah terang. Yup, lagi terserang sindrom kebosanan yang aneh. Aneh karena jaman dulu direpotkan dengan tetek-bengek menulis. Tapi entah kenapa dan entah bagaimana prosesnya, akhirnya  malah jadi malas habis-habisan. Parahnya sekian lama berkenalan dengan facebook menambah parah blog ini terkena penyakit sindrom malas ngeblog. Sehingga bagi pengunjung harap maklum apabila blog ini bagaikan rumah tak berpenghuni.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1281&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2011/08/07/sindrom-malas-ngeblog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Litosfer dan Pedosfer</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/21/litosfer-dan-pedosfer/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/21/litosfer-dan-pedosfer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 01:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1189</guid>
		<description><![CDATA[Secara etimologis, litosfer berasal dari kata lithos yang berarti batuan dan sphaera yang berarti lapisan-lapisan. Litosfer adalah kerak bumi paling luar yang terdiri dari batuan. Kandungan senyawa kimia yang paling banyak dalam litosfer adalah oksida silikon (Si02), sehingga litosfer dapat juga dinamakan lapisan silikat. Dalam pada itu, Litosfer merupakan lapisan batuan kulit bumi mengikuti bentuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1189&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara etimologis, litosfer berasal dari kata <em>lithos </em>yang berarti batuan dan <em>sphaera</em> yang berarti lapisan-lapisan. Litosfer adalah kerak bumi paling luar yang terdiri dari batuan. Kandungan senyawa kimia yang paling banyak dalam litosfer adalah oksida silikon (Si02), sehingga litosfer dapat juga dinamakan lapisan silikat. Dalam pada itu, Litosfer merupakan lapisan batuan kulit bumi mengikuti bentuk bumi yang bulat dengan ketebalan kurang lebih 1.200 Km. Tebal kulit bumi tidak merata hal ini dikarenakan kulit bumi di bagian benua/dataran lebih tebal dari pada di bawah samudera. Bumi tersusun atas beberapa lapisan dimulai dari lapisan inti bumi, yaitu Barisfer, lapisan pengantara dan litosfer. Pada Litosfer terdapat juga dua lapisan yaitu lapisan sial dan sima.</p>
<p><span id="more-1189"></span>Bentuk Litosfer didorong oleh tenaga yang berasal dari dalam maupun luar bumi. Dari dalam bumi (indogen) yang memberi bentuk relief di permukaan bumi disebabkan oleh tektonisme dan gempa bumi, sedangkan dari luar (eksogen) yang dapat merusak bentuk-bentuk permukaan bumi disebabkan pengikisan, pelapukan, dan pengendapan. Di samping itu juga, batuan kulit bumi dibedakan menjadi batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Batuan beku ialah batuan terbentuk karena magma pijar yang mendingin menjadi padat. Batuan sedimen ialah batuan beku lapuk maka bagian-bagiannya yang lepas mudah diangkat oleh air, angin,  es, dan diendapkan ditempat lain. Batuan metamorf merupakan batuan yang terbentuk disebabkan suhu dan tekanan yang tinggi dalam jangka waktu yang lama.</p>
<p>Di samping itu juga, terdapat lapisan Pedosfer yang secara etomologis berasal dari kata <em>Pedos </em>berarti tanah dan <em>sphaera</em> berarti lapisan-lapisan. Tanah terdiri atas empat lapisan yaitu lapisan tanah atas (topsoil), lapisan tanah bawah (subsoil), lapisan batuan induk terlapuk (regalith), dan lapisan batuan induk (bedrock). Persebaran tanah di permukaan bumi hampir dijumpai dimana-mana dan kepentingan tanah setiap manusia berbeda-beda. Apa sebenarnya arti tanah? Tanah dapat diartikan media tumbuhnya tanaman. Dengan meningkatnya pengetahuan manusia terhadap tanah maka ilmu tanah menjadi ilmu yang sangat penting serta mengelompokkan ke bidang-bidang khusus, seperti fisik tanah, kimia tanah, kesuburan tanah, dan pengawetan tanah. Salah satu hal yang perlu dikhawatirkan pada masa kini dari tanah adalah adanya degradasi lahan yang akan sangat berdampak pada kehidupan. Beberapa usaha untuk mencegah dan menanggulangi lahan kritis yaitu dengan reboisasi, penghijauan, dan pergiliran tanaman.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1189&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/21/litosfer-dan-pedosfer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pupus</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/19/pupus-2/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/19/pupus-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 08:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1167</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali ada pertanyaan sederhana yang sering dijumpai manakala kita mengalami kegagalan, kenapa hidup di dunia ini tidak berjalan mulus?  mengapa kita tidak selalu mendapatkan keinginan? untuk menyikapi hal ini  seharusnya kita selalu yakin bahwa kesempurnaan hanyalah milik yang maha kuasa. Keinginan untuk selalu sempurna biasanya mendorong munculnya perasaan tidak mampu melakukan apa pun. seorang pengecam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1167&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barangkali ada pertanyaan sederhana yang sering dijumpai manakala kita mengalami kegagalan, kenapa hidup di dunia ini tidak berjalan mulus?  mengapa kita tidak selalu mendapatkan keinginan? untuk menyikapi hal ini  seharusnya kita selalu yakin bahwa kesempurnaan hanyalah milik yang maha kuasa. Keinginan untuk selalu sempurna biasanya mendorong munculnya perasaan tidak mampu melakukan apa pun. seorang pengecam diri akan cenderung selalu berlebihan dalam menyikapi kekurangan. Kita suka memfokuskan satu hal negatif dan memikirkannya secara terus menerus. Hal ini justru akan bisa menghancurkan diri. Kecaman yang dialamatkan pada diri anda kadang membuatnya mengalami depresi, marah,  tidak bersyukur, rendah diri atau egois. Dalam pada itu, hal tersebut akan berubah menjadi <span id="more-1167"></span>cenderung menghalalkan berbagai cara demi mencapai keinginan. Orang yang terlanjur menjadi pengecam diri hendaklah belajar untuk memberlakukan dirinya sebagai sahabat. Sangat tidak baik memaksakan sisi kelemahan diri untuk berbuat lebih baik dari kemampuan yang ada, yang mesti disadari adalah bahwa kita termasuk makhluk yang diciptakan Tuhan dengan segala keterbatasan. Dari sinilah kita mesti selalu tergantung kepada Tuhan. Kekurangan pada satu sisi tidak menjadikan otomatis kita kurang pada sisi lain, tapi pasti ada memiliki kelebihan. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Berusahalah menghargai diri sendiri dan atas pencapaian kita, baik kecil maupun besar. Dengan begitu berarti kita telah mensyukuri nikmat pemberian Tuhan. Orang yang takut gagal akan memproteksi diri dari hal-hal yang tidak diinginkannya. Akibatnya pun seperti pengecam diri, menempuh berbagai cara untuk meraih tujuan. Ada juga yang kemudian memilih tidak mau melakukan apa-apa. Bila sifat buruk ini tidak segera diperbaiki maka akan berakibat buruk, baik diri sendiri maupun orang lain. Berpikirlah positif terhadap apa saja yang dilakukan. Selama berada pada jalan yang benar, yakinlah pertolongan Tuhan senantiasa menyertai langkah kita. Jangan takut gagal, inilah yang harus ditanamkan dalam pribadi kita. Buang pikiran negatif yang hanya akan menghalangi langkah kita. Sesungguhnya segala sesuatu telah ditetapkan oleh maha kuasa. Bila menemui kegagalan pastikan bahwa keinginan itu bukanlah yang terbaik buat kita, karena Tuhan lebih tahu apa yang kita tidak ketahui. Salah satu faktor yang akan ikut meringankan kegelisahan dan kesedihan menghadapi musibah adalah memperkirakan kemungkinan terburuk. Di samping itu juga mempersiapkan mental dalam menghadapinya. Bila ini sudah dipikirkan hendaklah berusaha meminimilkan persoalan sesuai dengan kemampuan. Dengan begitu anda dapat memadukan kesiapan mental dan usaha maksimal untuk mengalihkan perhatian dari musibah. Pendek kata salah satu kiat untuk menghilangkan kesedihan dan kegalauan di hati kita adalah kesedihan digantikan dengan kesenangan untuk bergembira dan lupakan anggap saja yang lalu biarlah berlalu, kemudian tetaplah berusaha dan berdo’a.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1167&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/19/pupus-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nelayan</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/15/nelayan/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/15/nelayan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 02:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1151</guid>
		<description><![CDATA[Memandang hampar lapisan pulau panorama laut kharisma pantai gelombang besar membawa buih hapuskan pasir bertulis kata riak suara ombak kedamaian pasang surut arus tumbuhan hijau terbawa gelombang angin berbisik di tengah samudera membawa mutiara ketepi pantai pasir putih menghampar indah sandaran perahu gemuruh ombak burung berkicau nyiur melambai di tengah samudera badai terhempas tragedi nelayan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1151&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memandang hampar lapisan pulau<br />
panorama laut kharisma pantai<br />
gelombang besar membawa buih<br />
hapuskan pasir bertulis kata<br />
riak suara ombak kedamaian<br />
pasang surut arus<br />
tumbuhan hijau terbawa gelombang<br />
angin berbisik di tengah samudera<br />
membawa mutiara ketepi pantai<br />
pasir putih menghampar indah<br />
sandaran perahu gemuruh ombak<br />
burung berkicau nyiur melambai<br />
di tengah samudera badai terhempas<br />
tragedi nelayan di dalam pukat<br />
matahari terbenam bulan bersinar</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1151&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/15/nelayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harap-harap Cemas</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/10/harap-harap-cemas-uan/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/10/harap-harap-cemas-uan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 07:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1141</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali kondisi tersebut sangat sesuai untuk menggambarkan keadaan seseorang yang di tengah menunggu sesuatu yang kiranya menimbulkan kemelut dihati berharap sesuatu tapi cemas. Pasalnya, kondisi ini bisa kita jumpai  dalam kehidupan sekitar, sebut saja seluruh orang tua berharap tapi cemas di saat memasuki ajaran tahun baru apakah anaknya diterima di sekolah tujuan, seorang manusia yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1141&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barangkali kondisi tersebut sangat sesuai untuk menggambarkan keadaan seseorang yang di tengah menunggu sesuatu yang kiranya menimbulkan kemelut dihati berharap sesuatu tapi cemas. Pasalnya, kondisi ini bisa kita jumpai  dalam kehidupan sekitar, sebut saja seluruh orang tua berharap tapi cemas di saat memasuki ajaran tahun baru apakah anaknya diterima di sekolah tujuan, seorang manusia yang menyatakan perasaan cintanya pada seorang ke kasihnya meskipun dibayangi ketakutan akan ditolak, siswa menghadapi UAN dibayangi ketakutan tidak lulus,  ironisnya  lagi para pengusaha pun dalam berusaha mengejar kesuksesan juga dibayangi  ketakutan mengalami kegagalan. Barangkali kira-kira begitulah  dapat kita umpamakan situasi dan kondisi manusia berharap tapi dibayangi perasaan tidak tenang dan cemas.</p>
<p><span id="more-1141"></span>Mungkin kata cemas sering kali menimbulkan perasaan gelisah tapi apabila tanpa diselingi kesabaran dan perbuatan tersebut tanpa perhitungan yang masak,  sudah pasti dimungkinkan akan terjadi perancanaan akan kacau dan hasilnya pun tidak memuaskan. Dalam menyikapi kondisi ini, kita harus dituntut kejantanan dalam mencapai sesuatu yang diharapkan. Kesenjangan antara idealita dan kenyataan mengharuskan suatu usaha. Usaha tersebut merupakan proses penggunaan energi untuk mendobrak dinding pemisah antara idealita dan kenyataan. Hal itu membutuhkan segenap sikap dan karakter yang menjadi kekuatan untuk menghadapi halangan dan tantangan.</p>
<p>Diantara kekuatan besar yang mempu memaksa kenyataan supaya mendekati harapan adalah kejantanan. Kejantanan yang dimaksud adalah kejantanan manusia yang berupa nilai, berbeda dengan kejantanan binatang yang meliputi jenis kelamin dan standar syahwat. Kejantanan sejati adalah hanya dimiliki oleh para manusia memiliki rasa pejuang kebenaran, penegak keadilan dan para petarung untuk memperoleh sesuatu. Mereka menghiasi kejantanannya dengan segenap sikap dan karakter lain yang sudah mengkristal dalam jiwa mereka. Di sana ada keyakinan, kesabaran, keikhlasan dan sebagainya. Perpaduan harmoni dari semua itu mendapat bahan bakar dan penyuplai energi terbaik, yaitu keberanian diselingi dengan keimanan. Kejantanan didasarkan pada pertimbangan yang matang, ia tidak hanya didasari logika akal semata, tetapi juga disertai logika ilahi. Inilah yang menjadikan tindakan mereka dalam menembus kemungkinan yang penuh misteri dapat dipertanggungjawabkan secara nilai.</p>
<p>Agama sangat menghargai kejantanan semacam ini. Bukankah jihad paling utama adalah berkata hak dihadapan pemimpin diktator? Bukankah kematian terbaik adalah mati di jalan agama? Bukankah petarung sejati adalah yang mempu mengendalikan hawa napsunya ketika marah? Bukankah sesuatu diperoleh dengan keberanian mengambil keputusan?Dan bukankah semua itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki martabat kejantanan?</p>
<p>Jika kejantanan sejati telah menyatu dalam jiwa anda, diselingi pula keimanan yang tangguh menjadi penyuplai energi keseharian anda. Maka dalam menghadapi sebuah impian meskipun terlintas ketakutan, jangan lah takut mengambil keputusan dan tersenyumlah, karena salah satu dari kebaikan yang kita harapkan akan segera datang kepada anda dikemudian hari. Pendek kata, raihlah  impian meski dalam memperoleh diliputi perasaan ketakutan, urusan kegagalan itu persoalan terakhir.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1141&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/10/harap-harap-cemas-uan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iri dan Dengki</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/10/iri-dan-dengki/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/10/iri-dan-dengki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 07:33:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1138</guid>
		<description><![CDATA[Pernah kita merasa tidak nyaman dengan keberhasilan orang lain? Senang bila bisnis teman merosot? Lega atas musibah yang menimpa tetangga? Atau tak rela bila pujian bukan untuk kita? Berkaitan dengan itu akan memunculkan bencana yang lebih besar. Penyakit iri dan dengki dapat menimpa siapa saja. Tak peduli status sosial, umur, dan jenis kelamin. Bahkan dengki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1138&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah kita merasa tidak nyaman dengan keberhasilan orang lain? Senang bila bisnis teman merosot? Lega atas musibah yang menimpa tetangga? Atau tak rela bila pujian bukan untuk kita? Berkaitan dengan itu akan memunculkan bencana yang lebih besar. Penyakit iri dan dengki dapat menimpa siapa saja. Tak peduli status sosial, umur, dan jenis kelamin. Bahkan dengki pun bisa menjangkiti seorang pemimpin. Manakala mereka terlena dengan dunia dan terbius hawa napsunya. Iri dan dengki bisa muncul di kancah politik, di pasar, di kantor, atau di sekolah. Termasuk dalam pergaulan sehari-hari.</p>
<p><span id="more-1138"></span>Iri biasanya muncul akibat persaingan dan memunculkan perasaan cemburu. Bila terus di pupuk, maka muncullah dengki. Kedengkian akan memunculkan siasat untuk memakan hak orang lain. Dan itulah awal dari bencana yang lebih besar. Dengki adalah persoalan yang bermula di hati lalu bermuara pada perilaku dan jiwa. Pada tingkatan ringan kedengkian hanya menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa gelisah. Tapi pada kadar yang berat dengki akan memunculkan rasa frustasi, stress hingga gangguan kejiwaan. Apapun tipenya, yang perlu diingat adalah efek dari dengki tetap saja buruk. Di sisi lain, orang yang didengki justru mendapatkan keuntungan. Apalagi jika mendapat umpatan, fitnah, dan kehinaan dari lainnya. Semakin banyak keburukan yang ditimpakan kepada orang yang didengki, maka semakin bertambah pula hadiah yang akan diperoleh orang yang didengki.</p>
<p>Hampir setiap orang pernah terjangkit rasa dengki. Hanya saja ada yang melayani rasa dengkinya, ada yang menyesali dan ada pula yang berusaha keras menghindarinya. Tetapi menghindari secara bijaksana bagaimana? Untuk menjawab tersebut ada beberapa kiat, diantaranya:<br />
Syukuri diri!<br />
Salah satu pintu kedengkian adalah manakala kita tidak pandai menyukuri apa yang ada. Kita selalu merasa kurang, tidak puas dan kecewa dengan keadaan diri sendiri. Barangkali kita akan merasa sedih dan panas hati manakala orang lain mendapat nikmat dari kebaikan. Cobalah pandang diri sendiri, niscaya kita akan menemukan begitu banyak kebaikan di sana. Kalaulah kita menemukan sesuatu yang kita anggap buruk, seperti merasa diri tidak cukup cerdas dan sebagainya, ketahuilah bahwa sesungguhnya apa yang kita anggap buruk itu bisa jadi sesungguhnya baik bagi kita.<br />
Jangan pikirkan bukan milik kita<br />
Ingatlah, setiap manusia diciptakan dengan potensi dan kebaikannya sendiri. Masing-masing telah memiliki jatah yang pas untuknya dan akan dimudahkan untuk mencapai kadar tersebut. Tak perlu dengki dan sakit hati pada orang yang mendapat nikmat karena sesungguhnya itu memang jatahnya. Berusahalah untuk mencapai cita-cita dan harapan tanpa didahului oleh rasa dengki karena orang lain telah mencapai nikmat itu lebih dahulu. Jangan pernah memikirkan sesuatu yang bukan milik kita. Sebab, setiap nikmat akan memiliki perhitungannya sendiri.<br />
Rendah hati<br />
Adakalanya kita merasa diri ini penting, dibutuhkan orang lain, dan dihormati manusia. Persaan ini dapat berkembang menjadi sombong dan takabur. Kita merasa lebih tinggi dan lebih baik dari orang lain, sehingga tidak mau didahului dan dikalahkan orang lain. Pupuslah rasa ini dengan dengan kerendahan hati. Tak perlu selalu menempatkan diri kita sebagai manusia menilai anda. Meski kita seorang pemimpin, tak salah bila kita berbaur dan duduk diantara pengikut anda tanpa pakaian dan rasa kesombongan.<br />
Menutup tulisan sederhana ini semoga dapat bermanfaat untuk menggugah kesadaran kita bersama. Dengan demikian pesan orang bijak mengatakan tengoklah sekeliling. Berapa banyak orang yang lebih sulit, lebih hina, dan lebih sengsara hidupnya dari kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1138&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2010/03/10/iri-dan-dengki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>???????</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2010/02/24/tak-ada-yang-abadi/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2010/02/24/tak-ada-yang-abadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 01:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa penting tak pernah terulang kembali dan semua terjadi dimuka bumi ini tak ada yang abadi. Berkaitan dengan itu, sebuah lukisan sederhana ini dan goresan pena sederhana yang terpilih dapatlah kiranya dikenang sepanjang masa agar tak hilang ditelan waktu. Buat teman-teman fotonya yang tidak termuat jangan kecewa dikarenakan hanya ini saja yang diperoleh. Bagi pengunjung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1098&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peristiwa penting tak pernah terulang kembali dan semua terjadi dimuka bumi ini tak ada yang abadi. Berkaitan dengan itu, sebuah lukisan sederhana ini dan goresan pena sederhana yang terpilih dapatlah kiranya dikenang sepanjang masa agar tak hilang ditelan waktu. Buat teman-teman fotonya yang tidak termuat jangan kecewa dikarenakan hanya ini saja yang diperoleh. Bagi pengunjung yang mengenal pemilik blog ini diharapkan jangan menggunakan nama samaran apabila meninggalkan komentar. Salam silaturahmi dimana pun kalian berada</p>
<p><span id="more-1098"></span><a href="http://hamsin.files.wordpress.com/2010/02/pict0584.jpg"><br />
</a></p>
<p><a href="http://hamsin.files.wordpress.com/2010/02/pict06431.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1104" title="PICT0643" src="http://hamsin.files.wordpress.com/2010/02/pict06431.jpg?w=497" alt=""   /></a></p>
<p><a href="http://hamsin.files.wordpress.com/2010/02/pict0548.jpg"><br />
</a></p>
<p>Goresan pena</p>
<p>&#8220;DESA SEBANGAU&#8221;</p>
<p>Oleh: SITI MUQODIMAH</p>
<p>Beberapa tahun silam Sebangau merupakan sebuah desa yang terpencil hanya dihuni oleh beberapa kepala keluarga saja yakni penduduk asli Paser. Sebelum datangnya transmigrasi dari berbagai daerah terutama dari Jawa dan sebagainya, nama Sebangau pun belum dikenal bila dibandingkan dengan sekarang. Konon katanya, menurut cerita setempat di tengah-tengah desa tersebut terdapat sungai yang sangat jernih dan banyak burung Bangau mencari makanan disepanjang pinggiran sungai, sehingga sungai tersebut dinamakan sungai Bangau. Berhubung pemerintah akan mendirikan rumah-rumah transmigrasi, maka ditimbunlah sungai tersebut dan dijadikan sebagai tempat pembangunan rumah penduduk. Setelah itu nama Bangau lambat laun dibubuhi kata “Se” oleh para penduduk setempat. Tak mengherankan hingga sekarang menjadi istilah “sebangau”.</p>
<p>Kendati demikian, nama resmi dari desa sebangau ialah Mulyoharjo. Berawal dari para tokoh masyarakat penduduk transmigrasi dari Jawa bersama para penduduk yang hampir semuanya bersuku Jawa mereka bersepakat memberi nama Mulyoharjo. Penamaan tersebut merujuk dari bahasa Jawa, yaitu kata Mulyo yang berarti makmur, mulia, Jaya dan Rejo berarti ramai. Dengan harapan nantinya desa tersebut akan makmur, jaya, dan ramai. Perjalanan hidup masyarakat setempat dan kondisi desa saat itu sangatlah memprihatinkan bila dibandingkan dengan sekarang. Para Penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya harus rela melakukan perjalanan jauh dengan jalan kaki kurang lebih 50 Km ke kota kecamatan dikarenakan belum ada satu pun penduduk yang mampu memiliki sebuah alat transportasi, kalau pun ada hanya sebuah sepeda. Dikisahkan menurut informasi yang didapatkan, sebelum matahari terbit ketika hari masih gelap penduduk biasanya bersama-sama berangkat dengan membawa obor sebagai alat penerang di jalan, sampai di kota kecamatan siang hari dan balik ke rumah pun hari sudah mulai gelap. Sebuah perjalanan yang sangat melelahkan berbeda dibandingkan dengan sekarang.</p>
<p>Ironisnya lagi, kebun dan ladang pun belum sepenuhnya dimiliki penduduk dikarenakan hutan yang masih alami sehingga mempersulit mereka untuk membuka lahan. Disamping itu, terdapat juga kondisi penduduk tidak memiliki lauk dan sayuran terkadang mereka harus rela menukarkan pakaian dan beras yang dimiliki dengan sayur dan ikan milik penduduk asli. Maklum, uang sebagai alat jual-beli di desa tersebut tidak berlaku hanya menggunakan tukar menukar barang dengan barang (barter). Tragisnya lagi, apabila musim penghujan tiba para penduduk banyak yang terkena sakit malaria. Petugas kesehatan pun belum ada di desa tersebut, sehingga masyarakat hanya menggunakan obat tradisional saja. Seiring berjalannya waktu, di perkirakan tahun 1996-1997 datanglah perintis perusahaan kelapa sawit di dekat desa tersebut, sehingga sejak saat itulah kehidupan ekonomi penduduk setempat semakin membaik. Sedikit-banyaknya penduduk bekerja sebagai karyawan dan penanaman kelapa sawit. Begitulah perjalanan singkat desa sebangau atau Mulyoharjo yang hingga sekarang mengalami perkembangan luar biasa.</p>
<p><strong>Arsip Pribadi 2009/2010<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Abdul Ghoni</li>
<li>Abdul Hakim</li>
<li>Agustina</li>
<li>Anisa Irmayanti</li>
<li>Ari Faizin</li>
<li>Arisanti Wahyuni</li>
<li>Dewi Yulianti</li>
<li>Ghozali Baihaqi</li>
<li>Heryukesi</li>
<li>Imam Lukman Putra</li>
<li>Isnaini</li>
<li>Kamaruddin</li>
<li>Lia Agustin</li>
<li>Marinah</li>
<li>Mastika</li>
<li>Miatun Khasanah</li>
<li>Mahria Noor</li>
<li>Masbukin</li>
<li>M. Nurcholis</li>
<li>M. Wahyudin</li>
<li>Nuridah</li>
<li>Pamuji Pitriani</li>
<li>Rahayu Gebyar Mahanani</li>
<li>Saepudin</li>
<li>Setia Budi Raharjo</li>
<li>Sirojuddin</li>
<li>Sitti Risma Musliha</li>
<li>Asma Nurhayati</li>
<li>Lalu Muslim</li>
<li>Desika Sasmita</li>
<li>Kurniati</li>
</ul>
<ul>
<li>Afifuddin Zuhri</li>
<li>Cipto Wijaya</li>
<li>Ida Mahmudah</li>
<li>Istikhomah</li>
<li>Jarkasih</li>
<li>Juhri Effendi</li>
<li>Laelal Hawati</li>
<li>Lulus Dwi Puspasari</li>
<li>Mariana</li>
<li>Masnia</li>
<li>Mudrikah</li>
<li>M. Saleh</li>
<li>Muna Ratna Sari</li>
<li>Musrahati</li>
<li>Novi Wulandari</li>
<li>Safi’i Musafak</li>
<li>Siti Arbiah</li>
<li>Siti Muqodimah</li>
<li>Siti Nuriyati</li>
<li>Siti Rohmawati</li>
<li>Sri Yulis Susiana</li>
<li>Sumiati</li>
<li>Sulis Setyowati</li>
<li>Surtiana</li>
<li>Umi Nusrah</li>
<li>Zahroatul Aslamiyyah</li>
<li>Zumaroh</li>
<li><em>Suprapto<br />
</em></li>
<li>Hilmiah</li>
<li>Zella Pitria Listanti</li>
</ul>
<p><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p>Tanah Grogot, 17 Maret 2010</p>
<p><strong>ARSIP PRIBADI 2010/2011</strong></p>
<ul>
<li>Baiq Lina R.S</li>
<li>Febrizal H</li>
<li>Habiburrahman</li>
<li>Herwan Daputra</li>
<li>Hirpan Turmuzi</li>
<li>Iin indah P.H</li>
<li>Juwariah</li>
<li>Khairil Azhar</li>
<li>Mery Jayanti</li>
<li>Nurul Mukaromah</li>
<li>Rohani</li>
<li>Siti Maimunah</li>
<li>Wida Wardinah</li>
<li>Yuyun Widiarsih</li>
<li>M. Nafis</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Abdul Habib A</li>
<li>Ahmad safi&#8217;i</li>
<li>Evi Sri Lestari</li>
<li>Halimah BR</li>
<li>Luki Selfiyah</li>
<li>Maisarah</li>
<li>Mar&#8217;atus Sholehah</li>
<li>Misbahuddin</li>
<li>Misnawati</li>
<li>M. Hadi Nurkholis</li>
<li>Nur Heirani EH</li>
<li>Pujiana</li>
<li>Siti Maulida</li>
<li>Siti Nurkholifah</li>
<li>Sri Wulandari</li>
<li>Tri Sutrisno</li>
<li>Tri Yanti</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1098/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1098/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1098/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1098/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1098/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1098/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1098/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1098/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1098/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1098/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1098/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1098/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1098/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1098/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1098&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2010/02/24/tak-ada-yang-abadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hamsin.files.wordpress.com/2010/02/pict06431.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PICT0643</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyepi</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/18/menyepi/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/18/menyepi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 07:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1071</guid>
		<description><![CDATA[Jika ada waktu yang paling tepat untuk merasakan betapa pentingnya peran orang lain bagi diri kita, adalah pada saat menyendiri. Apabila kita menikmati saat-saat itu lalu susunlah ia menjadi bangunan yang bernama kepentingan. Kita akan merasakan betapa kita punya begitu banyak kepentingan kepada orang lain, baik kita sadari secara langsung maupun tidak. Dewan juri yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1071&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ada waktu yang paling tepat untuk merasakan betapa pentingnya peran orang lain bagi diri kita, adalah pada saat menyendiri. Apabila kita menikmati saat-saat itu lalu susunlah ia menjadi bangunan yang bernama kepentingan. Kita akan merasakan betapa kita punya begitu banyak kepentingan kepada orang lain, baik kita sadari secara langsung maupun tidak. Dewan juri yang memanggil seorang juara, tentu hanya akan menyebut nama orang yang bersangkutan. Padahal, di belakang sang juara itu pasti ada sejumlah tangan yang berperan penting dalam kehidupannya. Orang tua, teman, pelatih, dan suporter.</p>
<p><span id="more-1071"></span>Mereka ini tentu tahu diri untuk tidak mengklaiam bahwa diri mereka punya andil bagi sang juara. Cobalah dimulai dari orang tua. Jika mereka tak merestui sang juara untuk bertanding. Mungkin ceritanya akan lain. Begitu juga teman, pelatih dan supporter. Bayangkanlah jika tak ada sosok-sosok mereka di samping sang calon juara yang sedang bertarung dalam pertandingan. Jadi, sesungguhnya ketika namanya dipanggil sebagai pemenang, sang juara hanyalah sedang memainkan sebuah peran menjadi duta bagi orang tua, teman, pelatih, atau supporter yang telah mengamanahkan sebuah kepercayaan kepada dirinya.</p>
<p>Pada saat sendiri kita baru merasakan betapa terlalu lemahnya diri kita jika harus bertarung seorang diri. Disinilah kita baru merasakan bahwa diri kita sesungguhnya tidak menyediakan tempat bagi kesombongan, karena seluruh ruangannya telah diisi oleh jasa-jasa orang lain yang tak terhitung jumlahnya. Ketika kesombongan telah menguasai diri kita. Kita kosongkan ruang-ruang itu, lalu kita undang kesombongan untuk bersemayam di dalamnya. <strong>Berkaitan dengan itu selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan bathin penulis mau mudik dari dunia maya dalam waktu yang cukup lama.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1071&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/18/menyepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perang</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/13/perang/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/13/perang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 02:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1057</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat kita hanya punya satu rujukan jika disodorkan kata “penjajahan”, rujukannya tak lain adalah gelombang kolonisasi yang dibawa oleh negara-negara asing (portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang). Dalam pandangan mereka tak ada gambaran lain tentang definisi penjajahan selain tindakan biadab para kompeni yang mencoba menganggu bumi pertiwi. Tak mengherankan jika kemudian rujukan mereka tentang “perlawanan” juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1057&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat kita hanya punya satu rujukan jika disodorkan kata “penjajahan”, rujukannya tak lain adalah gelombang kolonisasi yang dibawa oleh negara-negara asing (portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang). Dalam pandangan mereka tak ada gambaran lain tentang definisi penjajahan selain tindakan biadab para kompeni yang mencoba menganggu bumi pertiwi. Tak mengherankan jika kemudian rujukan mereka tentang “perlawanan” juga hanya satu, yakni kontak senjata antara para pahlawan dan tentara asing. Dalam pandangan mereka tak ada gambaran lain tentang perlawanan selain berperang, membunuh atau terbunuh.</p>
<p><span id="more-1057"></span>Dalam batas-batas tertentu, pandangan ini tentu saja tidak salah. Apalagi jika diingat bahwa perang menuntut keberpihakan, yang berarti juga menunjukkan pembelaan dan kecintaan. Tetapi, jika pandangan ini diperjelas nilainya, tersimpan sebuah bahaya besar yang dapat membunuh orientasi kepribadian sebuah bangsa. Kalau rujukan kata penjajahan adalah eksodus besar-besaran tentara berkulit putih yang kemudian membuat hura-hura di tanah air, maka konsikuensinya di alam modern ini tak ada lagi proses yang namanya penjajahan. Kata penjajahan dengan definisinya yang demikian juga bisa dihilangkan saja dari kamus bahasa. Toh tentara kompeni itu sudah angkat kaki dari negeri kita, tak ada lagi perang. Tak ada lagi acara bunuh membunuh. Begitu pula pandangan tentang perlawanan. Jika perlawanan berarti mengangkat senjata, bersiap siaga untuk sewaktu-waktu menembak tentara yang lewat, maka perlawanan seperti itu sudah tak berlaku lagi sekarang. Siapa yang mau ditembak jika penjajahnya sudah lama minggat.</p>
<p>Maka konsikuensi yang diterima masyarakat kita hari ini adalah menampilkan pandangan mereka tentang penjajahan dan perlawanan itu dalam bentuk pentas panggung. Mereka bikin drama peperangan, dar-der-dor. Setelah acara selesai apa yang tersisa? Tidak ada. Padahal mereka hidup di alam yang juga sedang memperagakan penjajahan: pakaian minim, panggung hiburan, seks bebas, narkoba, pornograpi dan bla…bla…Tetapi bentuk penjajahan itu sama dengan pandangan mereka terhadap penjajahan yang pertama. Alhasil, bentuk perlawanan terhadap penjajahan itu tak pernah ada, karena menurut mereka seusai perang tak ada lagi perlawanan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1057&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/13/perang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahami perbedaan demi persatuan</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/06/pahami-perbedaan-demi-persatuan-2/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/06/pahami-perbedaan-demi-persatuan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 08:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya apa yang sering kita perhatikan saat sekarang bukanlah suatu hal yang asing dalam fenomena bangsa Indonesia, mengingat bangsa kita sangat kaya dengan beraneka ragam macam perbedaan. Setiap masyarakat tertentu dalam bangsa Indonesia memiliki perbedaan, baik dari etnis dan berbeda pula budayanya masing-masing. Dengan adanya perbedaan ini menyebabkan adanya kemajemukan budaya dalam bangsa yang patut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1048&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya apa yang sering kita perhatikan saat sekarang bukanlah suatu hal yang asing dalam fenomena bangsa Indonesia, mengingat bangsa kita sangat kaya dengan beraneka ragam macam perbedaan. Setiap masyarakat tertentu dalam bangsa Indonesia memiliki perbedaan, baik dari etnis dan berbeda pula budayanya masing-masing. Dengan adanya perbedaan ini menyebabkan adanya kemajemukan budaya dalam bangsa yang patut diterima sebagai rahmat sang pencipta. Oleh karena itu dengan adanya kemajemukan tersebut perlu di syukuri, di pelihara dan dipertahankan sebagai kekayaan khas yang dimiliki bangsa ini.</p>
<p><span id="more-1048"></span>Harus diakui pula bahwa dalam perbedaan tersebut mengandung potensi yang dengan mudah dapat dijelmakan menjadi permusuhan dan pertentangan. Sejalan dengan itu berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara hukum, maka sepatutnya perwujudan demokrasi dan keadilan benar-benar harus ditegakkan demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat yang bersatu. Semakin aman dan sejahtera masyarakat yang menikmati keadilan dalam berdemokrasi semakin kokohlah pula persatuan bangsa ini.</p>
<p>Dalam hubungannya dengan kehidupan sosial, khususnya dengan adanya perbedaan komunitas etnis tertentu tak mungkin hidup mandiri, karena satu sama lain adalah mempunyai sikap saling tergantung, saling membutuhkan dan juga hidup saling berinteraksi diantara sesama yang berbeda. Oleh karena itu masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis kelompok masyarakat harus memiliki sifat saling menghargai, saling peduli dan saling melindungi demi keutuhan persatuan dan demi menjaga semakin kokohnya persatuan.</p>
<p>Indonesia merupakan sebagai negara yang memiliki hamparan lautan yang luas dan di taburi oleh berbagai kepulauan, hadir dalam sebuah wujud perbedaan dan kemajemukan komunitas etnis dan budaya-budaya etnis lokal. Perbedaan letak geografis dengan fauna dan flora yang berbeda menjadi tumpuan komunitas etnis dan budaya yang berbeda pula. Oleh sebab itu secara ideologis-politik komunitas etnis dengan kemajemukan budayanya di satukan dalam sebuah semboyan bhinneka tunggal ika. Semboyan tersebut pada dasarnya bertujuan sebagai upaya pengembangan berbagai budaya nusantara di bawah payung budaya nasional pancasila yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan dalam wujud persatuan nasional Indonesia.</p>
<p>Kita sebagai rakyat dan bangsa Indonesia saat ini sedang berada dalam suatu kondisi keterpurukan, yang pada dasarnya hal ini memberi pemahaman yang jelas pada kita tentang gagalnya bangsa ini memberlakukan perbedaan dan kemajemukan budaya sebagai anugrah sang pencipta dan kekuatan untuk membangun persatuan nasional melalui perwujudan nilai keadilan. Ternyata saat sekarang ideologis kita gagal menegakkan keadilan di dalam berdemokrasi, demokrasi dan keadilan sebagai substansi nilai yang dapat menciptakan persatuan antara warga, kelompok dan komunitas masyarakat nusantara gagal diwujudkan dan ditegakkan. Tanpa keadilan, demokrasi dapatlah kita katakan hanya sebuah kata sederhana hampa tanpa bermakna. Dengan demikian pada kehidupan sekarang tak jarang atas nama demokrasi, kekuasaan dikelola secara tidak adil. Ironisnya lagi pada saat ini bukanlah demokrasi yang benar-benar diwujudkan melainkan hanyalah sebagai kiasan demokrasi semata sehingga secara langsung persatuan hanyalah persatuan semu.</p>
<p>Jika bangsa Indonesia saat ini sudah mengalami berbagai persoalan yang berat dan kehancuran, yang parah lagi terjadi pada kekayaan tanah air semakin terkuras oleh pelahapnya dan hanya sebagian orang beruntung. Dibalik itu, terdapat para warga dan kelompok yang menghuni negara ini kehilangan kasih pada sesama, tidak saling peduli, tidak saling bantu dan memperjuangkan serta mengutamakan kepentingan sendiri. Selain itu juga tak jarang pada saat ini berlaku hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang berkuasa.</p>
<p>Disamping itu juga bangsa kita diwarnai juga dengan masih merajalelanya kejahatan korupsi, masih maraknya keberpihakan kelompok dalam sistem kekerabatan (nepotisme) dan kepentingan kawan, salah urus negara, salah urus rakyat, birokrasi yang cenderung tidak melayani melainkan menuntut pelayanan dan pengelolaan politik yang semakin menjurus pada usaha penumpukan kuasa dan materi. Pada dasarnya kejahatan tersebut bertentangan dengan kemanusian dan keadilan yang pada dasarnya menghancurkan seluruh masyarakat Indonesia.Selain itu juga pada saat ini terdapat pamer kemewahan oleh orang yang memiliki kelebihan, banyak harta, terdapat kemiskinan, kemeralatan dan kesengsaraan rakyat. Dari penjelasan tersebut dapatlah kita katakan bangsa Indonesia saat ini ini menunjukkan jauhnya masyarakat dari keadilan.</p>
<p>Mengakhiri sebuah tulisan sederhana ini, kehidupan komunitas etnis nusantara yang hidup di atas geografis alam yang berbeda-beda merupakan kekuatan yang ampuh sebagai penopang persatuan nasional. Dengan alasan tersebut semakin majunya perubahan yang dialami bangsa Indonesia bila dengan persatuan tidak akan menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan jati dirinya. Meskipun untuk maju saat ini bangsa kita sering dihambat oleh berbagai faktor yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ww.hamsin.wordpress.com&amp;blog=1755839&amp;post=1048&amp;subd=hamsin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/06/pahami-perbedaan-demi-persatuan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
